Tampilkan postingan dengan label tauhid. Tampilkan semua postingan

Anda Muslim ? Baca Tulisan Renungan Ini

Sebuah tulisan dari group Whatsapp yang perlu direnungkan oleh seluruh kaum muslimin

Sambil Nunggu Motor sy dicuci, sy mengambil sebuah Majalah Usang yg disediakan Jasa pencucian Motor tsb untuk sy baca..

Saking tuanya sehingga jangankan sampul, banyak halamannya yg sudah robek dan lecek..

Tandanya bahwa pelanggan malas membaca sehingga pemilik jasa pencucian tidak berminat mengganti majalahnya..

Majalah tahun 90an, isinya ttg perang Bosnia. Salah satu yg sy ingat adl sebuah testimoni warga Bosnia diawal awal berkobarnya perang.., pemuda itu berkata :

   "Sebelum pecah perang, kami anak anak muda kaum muslimin dibosnia hidup dgn cara hidup mereka para pemuda Serbia,bekerja, berpesta, fashion, minuman keras, dan segala macam cara hidup mereka, tak ada yg membedakan kami dgn mereka kecuali hari Jum'at dan hari raya.., tapi ketika pecah perang bosnia dan serbia... , mereka yg dulunya adalah teman teman kami bekerja dan berpesta tetap memerangi dan membantai kami !"

Selesai

Sy lalu berpikir, saat ini Musuh Musuh Islam..(yahudi, nasrani, syiah, komunis)....

menyerang Islam tahap demi tahap, awalnya dgn isu ISIS, mereka berteriak bantai ISIS karena mereka tau mayoritas kaum muslimin juga tidak setuju dgn ideologi ISIS sehingga mereka bisa menyalurkan kebencian terhadap Islam dgn mengatas namakan kebencian trhdp ISIS.

Setelah itu mereka menyerang FPI, karena praktek amar ma'ruf nahi munkar FPI yg banyak mendapat kritikan sehingga mereka nebeng menyerang FPI pdhal Sebenarnya yg mereka ingin serang adalah Islam.

Ingat bahwa umat islam di indonesia yg bangkit tuk membela islam bukan hanya FPI, tapi semua elemen islam...
ada Icmi, AQL, wahdah islamiyah, persis, hizbuttahrir,daurut tauhid, adzikra,FUI, NU, MUHAMMADIYAH,salafi, dll.....mereka (kuffar dkk) dengan media mainstreamnya ingin mengkerdilkan kebangkitan islam di indonesia, seakan islam itu hanya FPI.....dan sengaja dibenturkan dengan massa lain dengan bumbu : intoleran, NKRI harga mati, dll.... Hadewwww gagal faham.....

Memang islam intoleran?

Memang islam ingin. Memecah NKRI?.....

selanjutnya kejadian kemarin Sekjen MUI Pusat (kyai tengku zulkarnain) yg mereka berusaha serang..ketika ingin tablig akbar di kalimantan..... mereka mengatasnamakan "Cinta NKRI" dan menuduh Tengku tidak tau ber-bhinneka sehingga mereka menyerangnya..Demikian seterusnya..

maka anda jangan menganggap bahwa jika Anda bukan anggota FPI maka anda akan aman !!!!

Tidak..!!!!! , Karena mereka akan memerangi kalian selama kalian Muslim..

walaupun anda muslim yg sekuler,

Muslim nusantara..

muslim yg katanya berbhineka yg mengucapakan selamat terhadap hari raya agama lain,

muslim yg mabuk,

muslim yg dukung Pemimpin Kafir dll..

Atau anda mungkin mengatakan bahwa cara beragama anda lebih hikmah dan lebih lurus dari FPI....

maka pasti jika tiba peluang itu maka anda akan diperangi..

Jangankan kalian, bahkan anak bayi kalianpun yg tidak tau apa apa mereka akan perangi..

Atau mungkin anda katakan bahwa anda tidak setuju FPI karena FPI tidak berilmu dan kasar, tapi yakinlah..Jika tiba saatnya.. maka kalian juga akan diperangi oleh Musuh musuh Islam itu..

Karena yg mereka benci sebenarnya bukan FPI, Bukan yg menuntut Ahok dipenjara, tapi yg mereka benci adl *ISLAM*...

Maka jika anda Muslim, maka anda adl target mereka..
*CEPATATAU LAMBAT*

Jadi pilihan  hanya dua.., *With Us or Againt Us..* bersama kita rapatkan shaf dlm bingkai akidah Islamiyah, atau menjadi musuh Islam itu sendiri..

Tak ada tempat yg ketiga..
*La Manzila bayna Manzilatain*

Bergabung dgn perahu besar Kaum Muslimin, Karena jika anda Hanya mengandalkan sekoci..Maka sekejap ia akan hilang ditelan gelombang serangan musuh yg makin membabi buta...

Ingatlah peristiwa Inkuisisi di Granada, ketika kaum muslimin baik yg Sholeh maupun tholeh( muslim KTP) diberi pilihan, masuk kedalam agama mereka atau dibunuh...

Tak peduli apakah kaum muslimin itu rajin sholat atau rajin mabuk.. mereka sama dihadapan majelis Inkuisisi, karena dosa mereka satu..

yaitu mereka adl *ISLAM*..

Wallahu musta'an..

By ust. Fahtu andalusi (dengan beberapa tambahan)

Sumpah Pocong

SUMPAH POCONG

https://almanhaj.or.id/4898-sumpah-pocong.html

Pertanyaan.

Sumpah pocong di Banten, korban dibungkus dengan kafan dan di hadapkan kiblat. Sebelum disumpah, pemuka agama membacakan al-Qur`ân. Setelah disumpah, korban harus minum air dengan campuran darah ayam hitam dan tombak keramat; setelah itu korban harus melangkahi bangkai ayam hitam tersebut 7 kali n thawâf di pohon  keramat dekat masjid. (sumber: Redaksi pagi Trans 7, 20 Juni 2009). Yang ana tanyakan, bagaimana hal tersebut jika ditinjau dari hukum Islam?

Jawaban.

Sumpah pocong yang anda sampaikan, jika benar terjadi seperti itu, maka hukumnya haram karena mengandung banyak kemungkaran, bahkan merupakan kemusyrikan. Kesalahan-kesalahan yang ada di dalamnya adalah:

Dibungkus kain kafan dan dihadapkan ke arah kiblat. Cara sumpah seperti ini tidak dituntunkan oleh Islam. Mengafani dan menghadapkan ke kiblat adalah ditujukan kepada mayit.
Sebelum disumpah pemuka agama membaca al-Qur’ân. Ini juga tidak dituntunkan. Membaca al-Qur’ân merupakan ibadah, namun tidak boleh mengkhususkan membacanya sebagai ritual sebelum dilakukan sumpah pocong, karena merupakan tambahan di dalam agama yang telah sempurna.
Setelah disumpah korban harus minum air dengan dicampur darah ayam hitam. Di sini terdapat dua kesalahan besar, pertama: minum darah ayam yang merupakan benda najis dan Allah Azza wa Jalla telah mengharamkannya, Dia Azza wa Jalla berfirman:
إِنَّمَا حَرَّمَ عَلَيْكُمُ الْمَيْتَةَ وَالدَّمَ وَلَحْمَ الْخِنزِيرِ وَمَآأُهِلَّ بِهِ لِغَيْرِ اللهِ

Sesungguhnya Allah hanya mengharamkan bagimu bangkai, darah, daging babi, dan binatang yang (ketika disembelih) disebut (nama) selain Allah. [al-Baqarah/2:173]

Kesalahan kedua: untuk mendapatkan darah ayam hitam tersebut tentu dengan menyembelih ayam hitam itu, sedangkan menyembelih binatang untuk pengagungan selain Allah Azza wa Jalla seperti ini merupakan kemusyrikan.

Allah Azza wa Jalla berfirman:

قُلْ إِنَّ صَلَاتِي وَنُسُكِي وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِي لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ ﴿١٦٢﴾ لَا شَرِيكَ لَهُ ۖ وَبِذَٰلِكَ أُمِرْتُ وَأَنَا أَوَّلُ الْمُسْلِمِينَ

Katakanlah: “Sesungguhnya shalatku, ibadat (qurban) ku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Rabb semesta alam, tiada sekutu baginya; dan demikian itulah yang diperintahkan kepadaku dan aku adalah orang yang pertama-tama menyerahkan diri (kepada Allah)”. [al-An`âm/6:162-163]

Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah bersabda:

لَعَنَ اللَّهُ مَنْ لَعَنَ وَالِدَهُ وَلَعَنَ اللَّهُ مَنْ ذَبَحَ لِغَيْرِ اللَّهِ وَلَعَنَ اللَّهُ مَنْ آوَى مُحْدِثًا وَلَعَنَ اللَّهُ مَنْ غَيَّرَ مَنَارَ اْلأَرْضِ

Allah melaknat orang yang melaknat (mencaci) bapaknya; Allah melaknat orang yang menyembelih untuk selain Allah; Allah melaknat orang yang melindungi muhdits (pelaku kejahatan; pembuat perkara baru dalam agama); Allah melaknat orang yang merubah tanda (batas) tanah”. [HR Muslim, no: 1978; dari Ali bin Abi Thâlib]

Korban harus melangkahi bangkai ayam tersebut 7 kali. Seorang Muslim tidak boleh mengharuskan sesuatu yang tidak diharuskan oleh Allah Azza wa Jalla dan Rasul-Nya, karena hal ini termasuk perbuatan mendahului Allah Azza wa Jalla dan Rasul-Nya yang dilarang di dalam agama. Allah Azza wa Jalla berfirman:
يَاأَيُّهَا الَّذِيْنَ ءَامَنُوْا لاَ تُقَدِّمُوْا بَيْنَ يَدَيِ اللهِ وَرَسُوْلِهِ وَاتَّقُوْا اللهَ إِنَّ اللهَ سَمِيْعٌ عَلِيْمُُ

Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mendahului Allah dan Rasul-Nya dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. [al-Hujurât/49:1]

Kemudian dia thawâf (mengelilingi) di pohon keramat dekat masjid. Perbuatan ini juga syirik. Thawâf terhadap sesuatu yang diagungkan merupakan ibadah, harus dengan tuntunan, sedangkan yang dituntunkan hanyalah berthawâf pada Ka’bah. Allah Azza wa Jalla berfirman:
ثُمَّ لْيَقْضُوا تَفَثَهُمْ وَلْيُوفُوا نُذُورَهُمْ وَلْيَطَّوَّفُوا بِالْبَيْتِ الْعَتِيقِ  

Kemudian, hendaklah mereka (orang-orang yang selesai menunaikan ibadah haji-red) menghilangkan kotoran yang ada pada badan mereka dan hendaklah mereka menyempurnakan nadzar-nadzar mereka dan hendaklah mereka melakukan melakukan thawâf sekeliling rumah yang tua itu (Baitullah). [al-Hajj/22:29]

Anggapan adanya pohon keramat adalah kepercayaan jahiliyah. Anggapan bahwa thawâf pada pohon bisa mendatangkan kebaikan atau keburukan merupakan kepercayaan yang syirik. Anggapan bahwa sebuah pohon bisa mendatangkan manfaat dan madharat tanpa idzin Allah merupakan keyakinan syirik, sebagaimana disebutkan di dalam hadits di bawah ini:
عَنْ أَبِيْ وَاقِدٍ اللَّيْثِيِّ أَنَّ رَسُوْلَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَمَّا خَرَجَ إِلَى حُنَيْنٍ مَرَّ بِشَجَرَةٍ لِلْمُشْرِكِيْنَ يُقَالُ لَهَا ذَاتُ أَنْوَاطٍ يُعَلِّقُوْنَ عَلَيْهَا أَسْلِحَتَهُمْ فَقَالُوْا يَا رَسُولَ اللَّهِ اجْعَلْ لَنَا ذَاتَ أَنْوَاطٍ كَمَا لَهُمْ ذَاتُ أَنْوَاطٍ فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ سُبْحَانَ اللَّهِ هَذَا كَمَا قَالَ قَوْمُ مُوسَى اجْعَلْ لَنَا إِلَهًا كَمَا لَهُمْ آلِهَةٌ وَالَّذِي نَفْسِيْ بِيَدِهِ لَتَرْكَبُنَّ سُنَّةَ مَنْ كَانَ قَبْلَكُمْ

Dari Abu Wâqid al-Laitsi, bahwa ketika Rasulullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam keluar menuju Hunain, beliau melewati sebuah pohon milik orang-orang musyrik, pohon itu dinamakan Dzâtu Anwâth. Mereka biasa menggatungkan  senjata-senjata mereka di atas pohon itu. Kemudian sebagian orang-orang Islam (yang baru masuk Islam-pen) mengatakan; “Wahai Rasulullâh, buatkanlah  Dzâtu Anwâth untuk kami, sebagaimana mereka memiliki Dzâtu Anwâth”. Maka Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Subhânallâh, ini seperti yang telah dikatakan oleh kaum Mûsa: “Buatkanlah  sesembahan untuk kami, sebagaimana mereka memiliki sesembahan-sesembahan. Demi (Allah) yang jiwaku ditangan-Nya, kamu benar-benar akan mengikuti jalan orang-orang sebelum kamu”. [HR Tirmidzi, no:2180]

Dengan penjelasan singkat ini, jelaslah bahwa sumpah pocong sebagaimana disebutkan di atas haram hukumnya dan termasuk perbuatan syirik. Oleh karena itu, pelakunya perlu diberitahu agar bertaubat dengan sebenar-benarnya kepada Allah Azza wa Jalla.

Wallâhul Musta’ân.

[Disalin dari majalah As-Sunnah Edisi Edisi 08/Tahun XIII/1430H/2009M. Diterbitkan Yayasan Lajnah Istiqomah Surakarta, Jl. Solo – Purwodadi Km.8 Selokaton Gondangrejo Solo 57183 Telp. 0271-858197 Fax 0271-858196.

xiaomi