Tampilkan postingan dengan label Muslim. Tampilkan semua postingan

Pesan Buat Pemilih Muslim Di Pilkada DKI


Mohon disebarkan, ke kawan, karib kerabat dan saudara yg ada di DKI
Assalamualaikum WW

Ust Hidayat Nurwahid :

Pilihannya ada pada anda semua warga muslim DKI sebagai pemilih di Jakarta. Wallahu a'lam.
WAJIB DI BACA PENTING !!!
KONDISI YANG SEBENARNYA

Bagi kita mungkin tidak, tapi kelak anak cucu kita akan menjalani hidup yang berat, mengapa ?

Saudaraku seiman, negeri ini sedang diserang 4 kekuatan besar sekaligus dalam waktu bersamaan :
1. Komunis
2. Nasrani
3. Yahudi
4. Syiah

Penyerangan telah dimulai sejak 18 tahun yang lalu dengan sangat sistematis, kini mereka telah berhasil masuk ke berbagai bidang :
1. Pemerintah
2. Ekonomi
3. Politik
4. Media
5. Pertanian
6. Kesehatan
7. Pendidikan
8. Pesantren dsb

Mereka juga telah menguasai struktur birokrasi, DPR, MPR, KPK, bahkan TNI sudah nyaris dilumpuhkan.

Kiyai Pesantren dan Tokoh Akademisi Reformasi sudah mulai mendukung mereka, penawaran bersifat duniawi sangat aktif mereka lakukan.

Paling parah adalah mereka telah berhasil mengubah konstitusi UUD 45, bahwa kini Presiden bisa dijabat oleh seorang warga negara dengan KTP Non Pribumi.

Beberapa tokoh yang berupaya mengembalikan kemurnian konstitusi UUD 45 justru kemarin ditangkap dan dicurigai sebagai makar, tanpa alasan yang dapat dibuktikan.

Fakta kasat mata adalah Reklamasi Jakarta, dengan luas 800 Hektar akan mampu menampung lebih dari 20 juta penduduk imigran Cina.

Seluruh imigran secara otomatis akan menjadi WNI dan memiliki KTP seumur hidup, mereka akan jadi penyumbang suara tetap setiap kali PILKADA dilangsungkan.

Dengan 20 juta suara maka PILKADA akan mudah dimenangkan etnis Cina, sehingga Gubernur DKI dapat dipastikan akan selalu mereka raih, untuk selamanya.

Setelah Jakarta dikuasai maka berikutnya 200 juta imigran akan kembali masuk mengisi berbagai pulau negeri ini hingga tahun 2020, maka PILPRES pun akan mudah sekali mereka menangkan.

Kini semua tergantung upaya kita, tak bisa lagi kita berharap pada DPR dan MPR bahkan TNI untuk menghalau ancaman ini.

Bila sahabat Muslim tak peduli dengan kondisi ini, maka semua proses destruktif ini tak bisa dihentikan, dan tak ada jaminan anak cucumu terbebas dari murtad.

Pada saat itu, setiap hari akan menjadi hari yang berat untuk dilalui, penindasan dan perang sudah pasti tak terelakan.

Buka mata buka hati wahai saudaraku, beberapa negara Muslim sudah mengalaminya, kini hancur lebur negaranya, kita adalah target mereka berikutnya.

Kondisi mungkin akan segera berubah dalam hitungan bulan, dalam kurun 1 atau 2 tahun, semua proses sudah berjalan.
Lakukan sesuatu wahai saudaraku, beritakan ini pada sahabat dan pada setiap Muslim di negeri ini, sampaikan dengan pelan, dengan kadar yang saudara kita mampu menerimanya.

Sungguh Allah Maha Melihat upayamu, hingga kelak Allah akan selamatkan anak cucumu karena upayamu hari ini, semoga kita semua Husnul Khotimah, aamiin.

Inilah Kondisi sebenarnya.
Mari melakukan tindakan nyata....langkah pertama share info ini sebanyak2nya..
Hanya mengingatkan ...
Akankah kita peduli?




Sumber : Group Whatsapp

Ada apa sebenarnya dengan tahun baru?

TAHUN BARU..

Ada apa sebenarnya dengan tahun baru?

Untuk siapakah tahun baru?

Emangnya apanya yg baru?

Sering kali terjadi pembodohan publik

Sesuatu yg buruk akan dianggap baik dengan propaganda yg tiada henti(PENCITRAAN)

Sehingga terbentuklah opini publik bahwa itu adalah hal yg baik

Begitu pula dengan tahun baru...

COBA KAU GUNAKAN AKAL SEHATMU..

Ingatlah bahwa tidak ada yg baru..

Tempat kerjaMU  tetap yg lama

Tempat sekolahMU juga sama

Istri atau suami kita juga tidak baru

Anak-anakMU juga masih yg lama

RumahMU juga tetap yg dahulu

Teman-teman & sohib juga sama

GajiMU juga tetap..

TERUS APANYA YANG BARU?

Sebagian umat islam turut dalam perayaan tahun baru dengan berbagai cara..

Ada yg tenggelam dalam acara-acara tidak berguna

Ada yg menggunakannya untuk bermuhasabah

Ada yg berkumpul berdoa & berdzikir

Ketahuilah... pada malam tahun baru itu tidak ada peristiwa apapun, sehingga kau harus bersikap atau bertindak

Tidak ada yg istimewa, tidak padamu, tidak pada negaramu, tidak pada keluargamu

TIDAK ADA APA-APA PADA MALAM TAHUN BARU

LAA SYAI-I..

Kita saja yg tertipU OLEH MEDIA

Laluilah malam tahun baru seperti seorang petani muslim di lereng gunung merapi

Setelah shalat isya’ ia bersiap-siap untuk tidur

Ia berwudu’ seperti hendak shalat

Lalu ia membaca doa & wirid sebelum tidur

Lalu ia bangun sebelum subuh untuk mengambil bagian rizkinya dari shalat malam

Dan Ketika adzan subuh dikumandakan ia berangkat ke rumah Allah

Dan kemudian ia memulai aktivitasnya dengan biasa

KARENA PADA MALAM TAHUN BARU MEMANG TIDAK ADA PERISTIWA APA-APA

Orang yg cerdas adalah orang yg berusaha untuk berada di depan & tidak mau menjadi ekor, dia menjadi dirinya sendiri

Maka kau Jangan menjadi ekor..karena tugas ekor itu menutupi aib & kotoran serta mengusir serangga

Sudah saatnya yg mengaku islam untuk kembali kepada ISLAM

MOGA ALLAH MERAHMATI KITA SEMUA

✏ Ditulis oleh Ustadz Dr. Syafiq Riza Basalamah, MA حفظه الله تعالى

GHOZWUL FIKRI /INVASI PEMIKIRAN

*GHOZWUL FIKRI /INVASI PEMIKIRAN.*

Perang Salib yang berkepanjangan memberikan inspirasi bagi kaum kapitalis Barat, bahwa kaum Muslimin tidak mungkin dikalahkan secara fisik sebelum mereka dilumpuhkan secara pemikiran. Sejak saat itu sesungguhnya penjajah Barat kemudian selalu lebih mengedepankan perang non fisik. Barat lalu melakukan ghozwul fikri (invasi/serangan pemikiran) dengan membuat berbagai propaganda negatif terhadap Islam, sekaligus menyebar luaskan virus-virus pemikiran dan budaya mereka.

*Gozwul fikri (غزو الفكر)* terdiri dari dua kata: *Ghozwun  (غزو)* yang berarti invasi/serangan dan *al fikru (الفكر)* (pemikiran).

Akibat ghozwul fikri yang dilakukan terhadap kaum muslimin, telah menjadikan sebagian kaum muslimin kehilangan jati dirinya sebagai umat Muhammad SAW. Sehingga ada ulama mengatakan bahwa zaman sekarang banyak orang sekuler tanpa sadar, bahkan murtad tanpa sadar.
Dan serangan pemikiran berupa penyebar luasan  paham _sekulerisme_ (memisahkan agama dari kehidupan bermasyarakat dan bernegara), _pluralisme_ (menyamakan dan menganggap baik semua agama), _liberalisme_ (faham kebebasan), _demokrasi, HAM, feminisme, dsb_, sungguh telah menjauhkan sebagian umat Islam ini dari keislamannya. Telah banyak korban berjatuhan akibat serangan pemikiran ini.

Tidak sedikit kaum muslimin yang tanpa rasa takut mengatakan "Ah, semua agama itu sama saja". Atau, "Jangan bawa-bawa agama lah...". Atau tanpa merasa berdosa mendukung pemimpin kafir misalnya; atau mengucap selamat kepada perayaan orang lain; atau bahkan tidak sedikit pula yang ikut terlibat dalam kegiatan ritualnya seperti yang dilakukan beberapa mahasiswa di Indonesia, beberapa pejabat, atau bahkan mungkin teman-teman kita.

Puluhan ayat, hadits dan fatwa ulama yang disodorkan untuk mengingatkan kesalahan mereka, tidak menjadikan mereka takut kehilangan aqidah yang benar. Bahkan ketika disampaikan ancaman-ancaman Allah pun tidak membuat mereka gentar. Dengan menggunakan logikanya sendiri mereka berargumen, dan tetap menjalankan keyakinannya yang bersumber dari pemikiran-pemikiran asing. Padahal sesungguhnya mereka adalah 'korban-korban invasi pemikiran'.....

Seseorang dikatakan muslim adalah ketika dia meyakini Islam dengan _kaafah_  (secara keseluruhan, bulat, benar dan utuh).  Dan hanya orang Islam yang konsisten dengan keislamannya lah, yang akan tetap menjadi Muslim.

Dia akan tetap muslim meski tidak bisa menjalankan keislamannya secara sempurna, asal hatinya masih meyakini kebenaran Islam secara utuh.

Dan seseorang bisa murtad karena ucapan, tindakan atau dua-duanya. Orang Islam yang mengikuti misa di gereja misalnya, bisa disebut murtad karena tindakannya. Apalagi jika ikut mengucapkan apa yang mereka lakukan dalam misa tersebut, maka bisa disebut murtad karena dua-duanya.
Orang yang menyatakan bahwa al-Quran itu harus dikoreksi, atau disusun ulang, karena banyak kekeliruan, juga bisa disebut telah murtad karena ucapannya. Meskipun belum melakukan apapun, hanya berupa pernyataan saja. Karena dia tidak meyakini kebenaran Al Quran secara utuh.
Seorang muslim bisa disebut murtad, adalah ketika dia telah tidak lagi meyakini Islam; atau ketika dia meyakini sebagian, tapi tidak meyakini sebagian yang lain.

Itulah yang disepakati para sahabat ketika Abu Bakar memerangi kaumnya yang tidak mau membayar zakat. Perang ini disebut _Harb Riddah_ (Perang melawan Orang-orang Murtad),  padahal mereka hanya menolak satu hukum, yaitu hukum wajibnya zakat saja. Kewajiban zakat adalah hukum syariah yang sudah jelas, maka penolakan terhadap satu hukum ini sama dengan menolak seluruh ajaran Islam.

Ketika Abu Bakar ditanya oleh Umar bin al-Khaththab, “Apakah Engkau tetap akan memerangi mereka sementara mereka masih mengerjakan shalat?”
Abu Bakar menjawab dengan mengutip firman Allah SWT:
*أَفَتُؤْمِنُونَ بِبَعْضِ الْكِتَابِ وَتَكْفُرُونَ بِبَعْض؟ٍ*
_'Apakah kalian akan mengimani sebagian isi Kitab dan mengingkari sebagian yang lain?'_ (QS al-Baqarah [2]: 85)."

Ini menjadi dalil bahwa penolakan terhadap satu ayat adalah sama dengan menolak seluruh isi Al Quran. Karena itu keputusan Abu Bakar untuk memerangi mereka yang menolak membayar zakat ni 
kemudian disetujui bahkan diikuti oleh para Sahabat
Ini menjadi renungan bagi kita. Sudahkah kita meyakini Islam ini secara bulat dan utuh? Atau mungkin kita sendiri adalah bagian dari korban-korban serangan pemikiran itu?
Senantiasa berdoa memohon hidayahNya, senantiasa beristighfar dan belajar, semoga Allah selalu memberikan bimbinganNya di jalan Islam, semoga Allah menurunkan ampunanNya atas kesalahan-kesalahan kita, dan semoga Allah menjadikan kita orang-orang yang selamat ...
*غلوراون منطرى*
_(Gelorawan Moentoro)_

xiaomi