Tampilkan postingan dengan label Muhasabah. Tampilkan semua postingan

BILA USIA TELAH SAMPAI 40 TAHUN

‌‌‌‌‌‌ NASEHAT‌
*BILA USIA TELAH SAMPAI 40 TAHUN*

*_Allah Ta'ala berfirman :_*

*حَتَّى إَذَا بَلَغَ أَشُدَّهُ وَبَلَغَ أَرْبَعِيْنَ سَنَةً قَالَ رَبِّ أَوْزِعْنِى أَنْ أَشْكُرَ نِعْمَتَكَ الَّتِى أَنْعَمْتَ عَلَيَّ وَعَلَى وَالِدَيَّ وَأَنْ أَعْمَلَ صَالِحًا تَرْضَاهُ وَأَصْلِحْ لِى فِى ذُرِّيَّتِى إِنِّى تُبْتُ إِلَيْكَ وَإِنِّى مِنَ الْمُسْلِمِيْنَ*

_"...Sehingga apabila dia telah dewasa dan usianya sampai 40 tahun, ia berdoa : "Ya Tuhanku, berilah aku petunjuk agar aku dapat mensyukuri nikmat-Mu yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada kedua orangtuaku, dan agar aku dapat berbuat amal shalih yang Engkau ridhai, dan berilah aku kebaikan yang akan mengalir terus sampai kepada anak cucuku. Sungguh, aku bertaubat kepada-Mu dan sungguh aku termasuk orang muslim"_
*(QS. Al-Ahqaf [46] : 15).*

*Bila Usia 40 Tahun,*
* _Maka manusia mencapai puncak kehidupannya baik dari segi fisik, intelektual, emosi, maupun spiritualnya. Ia telah meninggalkan masa mudanya dan melangkah ke masa dewasa yang sebenar-benarnya..._

*Bila Usia 40 Tahun,*
* _Maka hendaknya manusia memperbarui taubat dan kembali kepada Allah dengan bersungguh-sungguh, membuang kejahilan ketika usia muda, lebih berhati-hati, melihat sesuatu dengan hikmah dan penuh penelitian, semakin meneguhkan tujuan hidup, menjadikan uban sebagai peringatan dan semakin memperbanyak syukur..._

*Bila Usia 40 Tahun,*
* _Maka meningkatnya minat seseorang terhadap agama, sedangkan semasa mudanya jauh sekali dengan agama. Banyak yang mulai menutup aurat dan mengikuti kajian-kajian agama. Jika ada orang yang telah mencapai usia ini, namun belum ada juga minatnya terhadap agama, maka bisa jadi pertanda yang buruk dari kesudahan umurnya di dunia..._

*Bila Usia 40 Tahun,*
* _Maka tidak lagi banyak memikirkan "masa depan" keduniaan, mengejar karir dan kekayaan. Tetapi sudah jauh berpikir tentang nasibnya kelak di akhirat..._

*Bila Usia 40 Tahun,*
* _Jika masih gemar melakukan dosa dan maksiat, mungkin meninggalkan shalat, berzina, atau  menghabiskankan waktu yg tidak ada manfaatnya untuk akherat bahkan berdosa (seperti musik-2 yg melalaikan kpd Allah, banyak  bercanda yg  kadang dibumbui kebohongan, dll),  maka akan lebih sulit baginya untuk berhenti dari kebiasaan tersebut..._

*Bila Usia 40 Tahun,*
* _Maka perbaikilah apa-apa yang telah lewat dan manfaatkanlah dengan baik hari-hari yang tersisa dari umur yang ada, sebelum ruh sampai di tenggorokan. Ingatlah menyesal kemudian tiada guna..._

*_Abdullah bin Abbas radhiyallahu 'anhu berkata :_*

_"Barangsiapa mencapai usia 40 tahun dan amal kebajikannya tidak bagus dan tidak dapat mengalahkan amal keburukannya, *Maka* _hendaklah ia bersiap-siap ke Neraka"_

*_Imam Malik rahimahullah berkata :_*

_"Aku dapati para ahli ilmu di negeri kami mencari dunia dan berbaur dengan manusia hingga datang kepada mereka usia 40 tahun._ *_Jika telah datang usia tersebut kepada mereka, mereka pun meninggalkan manusia (yaitu lebih banyak konsentrasi untuk meningkatkan ibadah dan ilmu)"_*
(At-Tadzkiroh hal 149).

*_Imam asy-Syafi’i rahimahullah tatkala mencapai usia 40 tahun, beliau berjalan sambil memakai tongkat._*
*_Jika ditanya, maka beliau menjawab :_*

_"Agar aku ingat bahwa aku adalah musafir._
_Demi Allah, aku melihat diriku sekarang ini seperti seekor burung yang dipenjara di dalam sangkar._
_Lalu burung itu lepas di udara, kecuali telapak kakinya saja yang masih tertambat dalam sangkar._
_Komitmenku sekarang seperti itu juga._
- _Aku tidak memiliki sisa-sisa syahwat untuk menetap tinggal di dunia._
- _Aku tidak berkenan sahabat-sahabatku memberiku sedikit pun sedekah dari dunia._
- _Aku juga tidak berkenan mereka mengingatkanku sedikit pun tentang hiruk-pikuk dunia, kecuali hal yang menurut syara’ lazim bagiku._
_Di antara aku dan dia ada Allah"_

*_Abdullah bin Dawud rahimahullah berkata :_*

_"Kaum salaf, apabila diantara mereka ada yang sudah berumur 40 tahun,_
ia mulai melipat kasur, yakni tidak akan tidur lagi sepanjang malam, selalu melakukan shalat, bertasbih dan beristighfar. Lalu mengejar segala ketertinggalan pada usia sebelumnya dengan amal-amal di hari sesudahnya"_
*(Ihya Ulumiddin IV/410).*

*Wahai Saudaraku, bagaimanakah dgn dirimu ❔*

*_Yaa Allah..Yaa Robby._*
- _Berilah keberkahan dalam kehidupan kami.._
- _Keberkahan dlm Ilmu kami.._
- _Keberkahan dlm Ibadah kami..._
- _Keberkahan dlm Agama kami_
- _Keberkahan dlm Rumah tangga kami_
- _Keberkahan dlm Pekerjaan & Rezki kami.._
*_Aamiin_*

Anda Muslim ? Baca Tulisan Renungan Ini

Sebuah tulisan dari group Whatsapp yang perlu direnungkan oleh seluruh kaum muslimin

Sambil Nunggu Motor sy dicuci, sy mengambil sebuah Majalah Usang yg disediakan Jasa pencucian Motor tsb untuk sy baca..

Saking tuanya sehingga jangankan sampul, banyak halamannya yg sudah robek dan lecek..

Tandanya bahwa pelanggan malas membaca sehingga pemilik jasa pencucian tidak berminat mengganti majalahnya..

Majalah tahun 90an, isinya ttg perang Bosnia. Salah satu yg sy ingat adl sebuah testimoni warga Bosnia diawal awal berkobarnya perang.., pemuda itu berkata :

   "Sebelum pecah perang, kami anak anak muda kaum muslimin dibosnia hidup dgn cara hidup mereka para pemuda Serbia,bekerja, berpesta, fashion, minuman keras, dan segala macam cara hidup mereka, tak ada yg membedakan kami dgn mereka kecuali hari Jum'at dan hari raya.., tapi ketika pecah perang bosnia dan serbia... , mereka yg dulunya adalah teman teman kami bekerja dan berpesta tetap memerangi dan membantai kami !"

Selesai

Sy lalu berpikir, saat ini Musuh Musuh Islam..(yahudi, nasrani, syiah, komunis)....

menyerang Islam tahap demi tahap, awalnya dgn isu ISIS, mereka berteriak bantai ISIS karena mereka tau mayoritas kaum muslimin juga tidak setuju dgn ideologi ISIS sehingga mereka bisa menyalurkan kebencian terhadap Islam dgn mengatas namakan kebencian trhdp ISIS.

Setelah itu mereka menyerang FPI, karena praktek amar ma'ruf nahi munkar FPI yg banyak mendapat kritikan sehingga mereka nebeng menyerang FPI pdhal Sebenarnya yg mereka ingin serang adalah Islam.

Ingat bahwa umat islam di indonesia yg bangkit tuk membela islam bukan hanya FPI, tapi semua elemen islam...
ada Icmi, AQL, wahdah islamiyah, persis, hizbuttahrir,daurut tauhid, adzikra,FUI, NU, MUHAMMADIYAH,salafi, dll.....mereka (kuffar dkk) dengan media mainstreamnya ingin mengkerdilkan kebangkitan islam di indonesia, seakan islam itu hanya FPI.....dan sengaja dibenturkan dengan massa lain dengan bumbu : intoleran, NKRI harga mati, dll.... Hadewwww gagal faham.....

Memang islam intoleran?

Memang islam ingin. Memecah NKRI?.....

selanjutnya kejadian kemarin Sekjen MUI Pusat (kyai tengku zulkarnain) yg mereka berusaha serang..ketika ingin tablig akbar di kalimantan..... mereka mengatasnamakan "Cinta NKRI" dan menuduh Tengku tidak tau ber-bhinneka sehingga mereka menyerangnya..Demikian seterusnya..

maka anda jangan menganggap bahwa jika Anda bukan anggota FPI maka anda akan aman !!!!

Tidak..!!!!! , Karena mereka akan memerangi kalian selama kalian Muslim..

walaupun anda muslim yg sekuler,

Muslim nusantara..

muslim yg katanya berbhineka yg mengucapakan selamat terhadap hari raya agama lain,

muslim yg mabuk,

muslim yg dukung Pemimpin Kafir dll..

Atau anda mungkin mengatakan bahwa cara beragama anda lebih hikmah dan lebih lurus dari FPI....

maka pasti jika tiba peluang itu maka anda akan diperangi..

Jangankan kalian, bahkan anak bayi kalianpun yg tidak tau apa apa mereka akan perangi..

Atau mungkin anda katakan bahwa anda tidak setuju FPI karena FPI tidak berilmu dan kasar, tapi yakinlah..Jika tiba saatnya.. maka kalian juga akan diperangi oleh Musuh musuh Islam itu..

Karena yg mereka benci sebenarnya bukan FPI, Bukan yg menuntut Ahok dipenjara, tapi yg mereka benci adl *ISLAM*...

Maka jika anda Muslim, maka anda adl target mereka..
*CEPATATAU LAMBAT*

Jadi pilihan  hanya dua.., *With Us or Againt Us..* bersama kita rapatkan shaf dlm bingkai akidah Islamiyah, atau menjadi musuh Islam itu sendiri..

Tak ada tempat yg ketiga..
*La Manzila bayna Manzilatain*

Bergabung dgn perahu besar Kaum Muslimin, Karena jika anda Hanya mengandalkan sekoci..Maka sekejap ia akan hilang ditelan gelombang serangan musuh yg makin membabi buta...

Ingatlah peristiwa Inkuisisi di Granada, ketika kaum muslimin baik yg Sholeh maupun tholeh( muslim KTP) diberi pilihan, masuk kedalam agama mereka atau dibunuh...

Tak peduli apakah kaum muslimin itu rajin sholat atau rajin mabuk.. mereka sama dihadapan majelis Inkuisisi, karena dosa mereka satu..

yaitu mereka adl *ISLAM*..

Wallahu musta'an..

By ust. Fahtu andalusi (dengan beberapa tambahan)

GHOZWUL FIKRI /INVASI PEMIKIRAN

*GHOZWUL FIKRI /INVASI PEMIKIRAN.*

Perang Salib yang berkepanjangan memberikan inspirasi bagi kaum kapitalis Barat, bahwa kaum Muslimin tidak mungkin dikalahkan secara fisik sebelum mereka dilumpuhkan secara pemikiran. Sejak saat itu sesungguhnya penjajah Barat kemudian selalu lebih mengedepankan perang non fisik. Barat lalu melakukan ghozwul fikri (invasi/serangan pemikiran) dengan membuat berbagai propaganda negatif terhadap Islam, sekaligus menyebar luaskan virus-virus pemikiran dan budaya mereka.

*Gozwul fikri (غزو الفكر)* terdiri dari dua kata: *Ghozwun  (غزو)* yang berarti invasi/serangan dan *al fikru (الفكر)* (pemikiran).

Akibat ghozwul fikri yang dilakukan terhadap kaum muslimin, telah menjadikan sebagian kaum muslimin kehilangan jati dirinya sebagai umat Muhammad SAW. Sehingga ada ulama mengatakan bahwa zaman sekarang banyak orang sekuler tanpa sadar, bahkan murtad tanpa sadar.
Dan serangan pemikiran berupa penyebar luasan  paham _sekulerisme_ (memisahkan agama dari kehidupan bermasyarakat dan bernegara), _pluralisme_ (menyamakan dan menganggap baik semua agama), _liberalisme_ (faham kebebasan), _demokrasi, HAM, feminisme, dsb_, sungguh telah menjauhkan sebagian umat Islam ini dari keislamannya. Telah banyak korban berjatuhan akibat serangan pemikiran ini.

Tidak sedikit kaum muslimin yang tanpa rasa takut mengatakan "Ah, semua agama itu sama saja". Atau, "Jangan bawa-bawa agama lah...". Atau tanpa merasa berdosa mendukung pemimpin kafir misalnya; atau mengucap selamat kepada perayaan orang lain; atau bahkan tidak sedikit pula yang ikut terlibat dalam kegiatan ritualnya seperti yang dilakukan beberapa mahasiswa di Indonesia, beberapa pejabat, atau bahkan mungkin teman-teman kita.

Puluhan ayat, hadits dan fatwa ulama yang disodorkan untuk mengingatkan kesalahan mereka, tidak menjadikan mereka takut kehilangan aqidah yang benar. Bahkan ketika disampaikan ancaman-ancaman Allah pun tidak membuat mereka gentar. Dengan menggunakan logikanya sendiri mereka berargumen, dan tetap menjalankan keyakinannya yang bersumber dari pemikiran-pemikiran asing. Padahal sesungguhnya mereka adalah 'korban-korban invasi pemikiran'.....

Seseorang dikatakan muslim adalah ketika dia meyakini Islam dengan _kaafah_  (secara keseluruhan, bulat, benar dan utuh).  Dan hanya orang Islam yang konsisten dengan keislamannya lah, yang akan tetap menjadi Muslim.

Dia akan tetap muslim meski tidak bisa menjalankan keislamannya secara sempurna, asal hatinya masih meyakini kebenaran Islam secara utuh.

Dan seseorang bisa murtad karena ucapan, tindakan atau dua-duanya. Orang Islam yang mengikuti misa di gereja misalnya, bisa disebut murtad karena tindakannya. Apalagi jika ikut mengucapkan apa yang mereka lakukan dalam misa tersebut, maka bisa disebut murtad karena dua-duanya.
Orang yang menyatakan bahwa al-Quran itu harus dikoreksi, atau disusun ulang, karena banyak kekeliruan, juga bisa disebut telah murtad karena ucapannya. Meskipun belum melakukan apapun, hanya berupa pernyataan saja. Karena dia tidak meyakini kebenaran Al Quran secara utuh.
Seorang muslim bisa disebut murtad, adalah ketika dia telah tidak lagi meyakini Islam; atau ketika dia meyakini sebagian, tapi tidak meyakini sebagian yang lain.

Itulah yang disepakati para sahabat ketika Abu Bakar memerangi kaumnya yang tidak mau membayar zakat. Perang ini disebut _Harb Riddah_ (Perang melawan Orang-orang Murtad),  padahal mereka hanya menolak satu hukum, yaitu hukum wajibnya zakat saja. Kewajiban zakat adalah hukum syariah yang sudah jelas, maka penolakan terhadap satu hukum ini sama dengan menolak seluruh ajaran Islam.

Ketika Abu Bakar ditanya oleh Umar bin al-Khaththab, “Apakah Engkau tetap akan memerangi mereka sementara mereka masih mengerjakan shalat?”
Abu Bakar menjawab dengan mengutip firman Allah SWT:
*أَفَتُؤْمِنُونَ بِبَعْضِ الْكِتَابِ وَتَكْفُرُونَ بِبَعْض؟ٍ*
_'Apakah kalian akan mengimani sebagian isi Kitab dan mengingkari sebagian yang lain?'_ (QS al-Baqarah [2]: 85)."

Ini menjadi dalil bahwa penolakan terhadap satu ayat adalah sama dengan menolak seluruh isi Al Quran. Karena itu keputusan Abu Bakar untuk memerangi mereka yang menolak membayar zakat ni 
kemudian disetujui bahkan diikuti oleh para Sahabat
Ini menjadi renungan bagi kita. Sudahkah kita meyakini Islam ini secara bulat dan utuh? Atau mungkin kita sendiri adalah bagian dari korban-korban serangan pemikiran itu?
Senantiasa berdoa memohon hidayahNya, senantiasa beristighfar dan belajar, semoga Allah selalu memberikan bimbinganNya di jalan Islam, semoga Allah menurunkan ampunanNya atas kesalahan-kesalahan kita, dan semoga Allah menjadikan kita orang-orang yang selamat ...
*غلوراون منطرى*
_(Gelorawan Moentoro)_

AWAS KEMATIAN MENDADAK !

AWAS KEMATIAN MENDADAK !

Oleh
Ustadz Abu Isma’il Muslim al-Atsari

Kita berada di akhir zaman, banyak terjadi kematian mendadak, memang itu merupakan salah satu tanda-tanda hari kiamat. Sebagaimana disebutkan di dalam hadits :

عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ ، رَفَعَهُ إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ : مِنِ اقْتِرَابِ السَّاعَةِ أَنْ يُرَى الْهِلالُ قِبَلا ، فَيُقَالُ : لِلَيْلَتَيْنِ ، وَأَنْ تُتَّخَذَ الْمَسَاجِدَ طُرُقًا ، وَأَنْ يَظْهَرَ مَوْتُ الْفُجَاءَةِ

Dari Anas bin Mâlik, dia meriwayatkan dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam , beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, "Di antara dekatnya hari kiamat, hilal akan terlihat nyata sehingga dikatakan ‘ini tanggal dua’, masjid-masjid akan dijadikan jalan-jalan, dan munculnya (banyaknya) kematian mendadak.[1]

KEFAKIRAN DAN KEKAYAAN

KEFAKIRAN DAN KEKAYAAN
http://almanhaj.or.id/content/4124/slash/0/kefakiran-dan-kekayaan/
Oleh
Syaikh DR. Abdul Bâri ats-Tsubaiti 


Kekayaan dan kemiskinan merupakan ujian dari Allâh Azza wa Jalla terhadap para hamba-Nya. Allâh Azza wa Jalla berfirman :

وَنَبْلُوكُمْ بِالشَّرِّ وَالْخَيْرِ فِتْنَةً ۖ وَإِلَيْنَا تُرْجَعُونَ 

Dan Kami menguji kalian dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan. dan hanya kepada Kamilah kalian dikembalikan. [Al-Anbiyâ/21:35]

Dan sungguh menakjubkan keadaan seorang Mukmin, jika ditimpa kesulitan dan penderitaan, ia bersabar, sehingga itu menjadi kebaikan baginya. Jika mendapatkan kesenangan dan kegembiraan, ia bersyukur, sehingga itu juga menjadi kebaikan baginya. 

Hisablah Dirimu Sebelum Yaumul Hisaab

Khuthbah Jum'ah Di Masjid Nabawi 18/3/1436 H
Khotîb: Syeikh Ali bin Abdurrohmân Al Hudzaifi hafizohullah

Bismillâhirrohmânirrohîm
Segala puji bagi Allôh yang menerima taubat dari para hambaNya, dan memaafkan kesalahan, rahmat dan ilmuNya meliputi segala sesuatu, melipatgandakan kebaikan dengan karuniaNya dan mengangkat derajat pelakunya. Dan aku bersaksi bahwa bahwa tidak ada sesembahan yang berhak disembah kecuali Allôh tidak ada sekutu bagiNya, tidak ada yang melemahkanNya di bumi maupun di langit. Dan aku bersaksi bahwa Nabi kita dan pemimpin kita Muhammad adalah hambaNya dan rosulNya, Allôh telah menguatkannya dengan pertolonganNya dan mu'jizatNya. Ya Allôh bersholawatlah dan bersalamlah serta berkahilah untuk hambaMu dan rosulMu Muhammad, keluarganya, dan para sahabatnya, yang telah mendahului kepada kebaikan. Ammâ ba'du:

Bertaqwalah kalian kepada Allôh dengan mendekatkan diri kepada Allôh dengan sesuatu yang membuat ridho Allôh, dan menjauhkan diri dari apa yang membuat marah Allôh dan menyakitiNya. Sungguh telah beruntung dan telah menang orang yang bertaqwa, dan merugi orang mengikuti hawa nafsunya.
Wahai para hamba Allôh, ketahuilah bahwa kesuksesan seorang manusia dan kebahagiaannya adalah terletak bagaimana dia mengatur dirinya, memuhasabah dirinya baik dalam perkara yang kecil maupun yang besar. Maka barangsiapa yang memuhasabah dirinya dan mengatur ucapan dan perbuatannya serta hatinya dengan apa yang membuat dicintai dan diridhoi  Allôh   maka sungguh dia telah beruntung dengan keuntungan yang besar. 

Allôh berfirman:

وَأَمَّا مَنْ خَافَ مَقَامَ رَبِّهِ وَنَهَى النَّفْسَ عَنِ الْهَوَى (40) فَإِنَّ الْجَنَّةَ هِيَ الْمَأْوَى (41)  [النازعات/40-41]

"Dan adapun orang yang takut berdiri di hadapan Allôh kelak dan menahan hawa nafsunya maka surga adalah tempat tinggalnya"

Dan Allôh berfirman:

وَلِمَنْ خَافَ مَقَامَ رَبِّهِ جَنَّتَانِ (46) [الرحمن/46]

"Dan bagi orang yang takut berdiri di hadapan Robbnya dua surga",

Dan Allôh 'azza wa jalla berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَلْتَنْظُرْ نَفْسٌ مَا قَدَّمَتْ لِغَدٍ وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ (18) [الحشر/18]

"Wahai orang-orang yang beriman bertaqwalah kalian kepada Allôh dan hendaklah setiap jiwa melihat apa yang sudah dia kerjakan untuk esok hari, dan bertaqwalah kepada Allôh, sesungguhnya Allôh mengetahui apa yang kalian kerjakan"

Dan Allôh 'azza wa jalla berfirman :

إِنَّ الَّذِينَ اتَّقَوْا إِذَا مَسَّهُمْ طَائِفٌ مِنَ الشَّيْطَانِ تَذَكَّرُوا فَإِذَا هُمْ مُبْصِرُونَ (201) [الأعراف/201]

"Sesungguhnya orang-orang yang bertaqwa apabila digoda oleh sekelompok syetan mereka segera ingat, maka tiba-tiba mereka bisa melihat/sadar"

Dan Allôh ta'âlâ juga berfirman:

وَلَا أُقْسِمُ بِالنَّفْسِ اللَّوَّامَةِ (2) [القيامة/2]

"Dan Aku bersumpah dengan jiwa yang suka mencela"

Berkata para mufassirin: "Allôh bersumpah dengan jiwa yang senantiasa mencela dirinya karena kurang dalam melaksanakan kewajiban dan mencela karena melakukan sebagian kemaksiatan, maka jiwa tersebut banyak mencela sehingga luruslah perkara jiwa tersebut.

Dan dari Abu Huroiroh rodhiyallohu 'anhu beliau berkata: Rosûlullôh shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Barangsiapa yang beriman kepada Allôh dan hari akhir maka hendaklah dia berkata yang baik atau diam" (HR. Al Bukhôri dan Muslim), dan hal ini tidak mungkin dilakukan kecuali dengan memuhasabah jiwa.

Dan dari Syaddâd bin Aus dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam beliau berkata:

الْكَيِّسُ مَنْ دَانَ نَفْسَهُ، وَعَمِلَ لِمَا بَعْدَ الْمَوْتِ، وَالْعَاجِزُ مَنْ أَتْبَعَ نَفْسَهُ هَوَاهَا، ثُمَّ تَمَنَّى عَلَى اللَّهِ

"Orang yang cerdik adalah orang yang menundukkan dirinya dan beramal untuk setelah mati, dan orang yang lemah adalah orang yang mengikuti hawa nafsunya dan berangan-angan atas Allôh dengan berbagai angan-angan(Hadits Hasan)

Berkata 'Umar bin Al Khoththôb rodhiyallôhu 'anhu:

حَاسِبُوا أَنْفُسَكُمْ قَبْلَ أَنْ تُحَاسَبُوا، وَزِنُوها قَبْلَ أَنْ تُوزَنُوا، وَتَأهَّبُوا لِلْعَرْضِ الْأَكْبَرِ

"Hendaklah kalian menghisab diri kalian sebelum kalian dihisab, dan hendaklah kalian menimbang diri kalian sebelum kalian ditimbang, dan bersiap-siaplah untuk hari besar ditampakkannya amal"

Berkata Maimûn bin Mahrôn:

المُتَّقِي أَشَدُّ مُحَاسَبَةً لِنَفْسِهِ مِنَ الشَّرِيْكِ الشَّحِيْحِ لِشَرِيْكِهِ

"Orang yang bertaqwa lebih keras dalam memuhâsabah dirinya daripada seorang sekutu (rekan kerja) yang tamak yang membuat perhitungan dengan rekan kerjanya"

Dan berkata 'Abdullôh bin Mas'ûd t:

إِنَّ الْمُؤْمِنَ يَرَى ذُنُوبَهُ كَأَنَّهُ جَالِسٌ فِي أَصْلِ جَبَلٍ يَخَافُ أَنْ يَنْقَلِبَ عَلَيْهِ، وَإِنَّ الْفَاجِرَ يَرَى ذُنُوبَهُ كَذُبَابٍ مَرَّ عَلَى أَنْفِهِ فَقَالَ لَهُ: هَكَذَا فَذَهَبَ، وَأَمَرَّ بِيَدِهِ عَلَى أَنْفِهِ

"Seorang yang beriman melihat dosa-dosanya seperti dia berada di bawah gunung, dia takut apabila gunung tersebut menimpanya, dan seorang fasiq melihat dosa-dosanya seperti lalat yang terbang di atas hidungnya, maka dia singkirkan seperti ini, yaitu diusir dengan telapak tangannya" (HR. Al Bukhôri)

Seorang yang beriman memuhâsabah dirinya dan mengawasinya serta meluruskannya supaya berada di atas keadaan yang paling baik, maka dia memuhâsabah dirinya atas amal perbuatannya, memaksakan dirinya sendiri supaya beribadah dan taat sehingga bisa beribadah dengan keikhlashan yang sempurna, bersih dari kotoran bid'ah, riyâ, ujub dalam amal, dia mencari dengan amalannya wajah Allôh dan negeri akhirat, dan memuhâsabah dirinya supaya amal sholihnya bisa sesuai dengan sunnah Nabi e, terus-menerus dilakukan dan kontinyu tanpa tertolak dan tanpa terputus, Allôh ta'âlâ berfirman:

وَالَّذِينَ جَاهَدُوا فِينَا لَنَهْدِيَنَّهُمْ سُبُلَنَا وَإِنَّ اللَّهَ لَمَعَ الْمُحْسِنِينَ (69)

"Dan orang-orang yang bersungguh-sungguh dalam jalan Kami maka Kami akan tunjuki dia jalan-jalan Kami, dan sesungguhnya Allôh bersama orang-orang yang muhsin"

Dan Allôh ta'âlâ berfirman:

وَمَنْ جَاهَدَ فَإِنَّمَا يُجَاهِدُ لِنَفْسِهِ إِنَّ اللَّهَ لَغَنِيٌّ عَنِ الْعَالَمِينَ (6)  [العنكبوت/6]

"Dan barangsiapa yang bersungguh-sungguh maka dia telah bersungguh-sungguh untuk dirinya, sesungguhnya Allôh Maha Kaya dari seluruh alam" ,

dan Allôh juga berfirman:

إِنَّا أَنْزَلْنَا إِلَيْكَ الْكِتَابَ بِالْحَقِّ فَاعْبُدِ اللَّهَ مُخْلِصًا لَهُ الدِّينَ (2) [الزمر/2]

"Sesungguhnya Kami telah turunkan kepadamu sebuah Kitab dengan hak, maka sembahlah Allôh dengan mengikhlashkan ibadah kepadaNya, ketahuilah milik Allôhlah agama yang ikhlash"

Dan Allah juga berfirman :

قُلْ إِنْ كُنْتُمْ تُحِبُّونَ اللَّهَ فَاتَّبِعُونِي يُحْبِبْكُمُ اللَّهُ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَاللَّهُ غَفُورٌ رَحِيمٌ (٣١)

Katakanlah: "Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah Aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu." Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS Ali Imron : 31)

Dan dari Sufyân Ats Tsauri beliau berkata:

مَا عَالَجْتُ شَيْئًا أَشَدَّ عَلَيَّ مِنْ نِيَّتِي لأَنَهَّا تَتَقَلَّبُ عَلَيَّ

"Aku tidak menghadapi sesuatu yang lebih susah daripada niatku  karena niat senantiasa bolak-balik dalam diriku"

Berkata Al Fadhl bin Ziyâd: Aku bertanya kepada Imâm Ahmad tentang niat dalam amal, aku berkata: "Bagaimana niat?" Beliau menjawab: "Mengobati dirinya, jika dia mau beramal yang dia tidak menginginkan dengannya (ganjaran) manusia"

Dan dari Syaddâd bin Aus, dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam beliau bersabda:

مَنْ صَلَّى يُرَائِي فَقَدْ أَشْرَكَ، وَمَنْ صَامَ يُرَائِي فَقَدْ أَشْرَكَ، وَمَنْ تَصَدَّقَ يُرَائِي فَقَدْ أَشْرَكَ

"Barangsiapa sholat dengan riyâ' maka sungguh dia telah syirik, dan barangsiapa yang berpuasa dengan riyâ maka sungguh dia telah berbuat syirik, dan barangsiapa yang bershodaqoh dengan riyâ maka dia telah berbuat syirik" (HR. Ahmad dalam Al Musnad, Al Hâkim, Ath Thobrôni dalam "Al Kabîr")

Dan hendaknya dia memuhâsabah ucapan dan perkataannya sehingga dia tidak melepaskan ucapannya dengan lafazh-lafazh batil dan haram, dan hendaklah dia ingat bahwa ada dua malaikat yang ditugaskannya kepadanya, keduanya menulis setiap apa yang diucapkan lisannya, dan setiap amalan yang dia amalkan, kemudian diberi pahala atau dihukum, Allôh ta'âlâ berfirman:

وَإِنَّ عَلَيْكُمْ لَحَافِظِينَ (10) كِرَامًا كَاتِبِينَ (11) يَعْلَمُونَ مَا تَفْعَلُونَ (12) [الإنفطار/10-12]

"Dan sesungguhnya atas kalian malaikat-malaikat yang menjaga, yang mulia lagi menulis, mereka mengetahui apa yang kalian kerjakan", dan Allôh ta'ala berfirman:

مَا يَلْفِظُ مِنْ قَوْلٍ إِلَّا لَدَيْهِ رَقِيبٌ عَتِيدٌ (18)  [ق/18]

"Tidaklah ada ucapan yang dia ucapkan kecuali disisinya ada malaikat yang mengawasi lagi hadir"

Dari Ibnu 'Abbâs rodhiyallôhu 'anhuma beliau berkata:

يُكْتَبُ كُلُّ مَا تَكَلَّمَ بِهِ مِنْ خَيْرٍ أَوْ شَرٍّ حَتَّى إِنَّهُ لَيُكْتَبُ قَوْلُهُ أَكَلْتُ وَشَرِبْتُ ذَهَبْتُ وَجِئْتُ

"Dicatat setiap apa yang diucapkan, yang baik-maupun yang buruk, sampai ditulis ucapannya: aku telah makan, aku minum, aku pergi, aku datang, aku melihat.

Dari Abû Huroirah t dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam beliau bersabda:

إنَّ العبْدَ لَيَتَكلَّمُ بالكلمةِ مِنْ رِضْوانِ الله، لا يُلْقي لها بالاً، يرْفَعُ الله بِها دَرَجاتٍ، وإنَّ العبْدَ ليتَكلَّمُ بالكَلِمةِ مِنْ سَخَطِ الله، لا يُلْقي لَها بالاً يَهْوي بِها في جَهَنَّم

"Sesungguhnya seorang berbicara dengan sebuah kalimat termasuk keridhoan Allôh, dia tidak memperdulikannya, maka Allôh mengangkatnya dengan kalimat tersebut beberapa derajat, dan sesungguhnya seorang hamba berbicara dengan sebuah kalimat  yang mneyebabkan kemurkaan Allôh, dia tidak memperdulikannya, maka dia masuk neraka karenanya" (HR. Al Bukhôri)

Dan berkata Abdullôh bin Mas'ûd:

مَا عَلَى الْأَرْضِ شَيْءٌ أَحَقُّ بِطُولِ سِجْنٍ مِنْ لِسَانٍ

"Demi Allôh yang tidak ada sesembahan yang berhak disembah selain Dia, tidak ada di atas bumi yang lebih berhak untuk dipenjara dalam waktu lama daripada lisan"

Dahulu Abû Bakr t memegang lisannya dan berkata:

هَذَا الَّذِي أَوْرَدَنِي الْمَوَارِدَ

"Inilah yang telah menjerumuskanku"


Demikian pula wajib atas seorang muslim memuhâsabah dirinya dan berjuang dalam menghadapi apa yang terbetik dalam hatinya dan was-was hatinya, karena awal kebaikan dan kejelekan adalah bisikan-bisikan hati dan apa yang datang padanya.

Maka jika seorang muslim mampu mengatur apa yang datang pada hatinya, dan gembira dengan bisikan kebaikan yang datang, merasa tenang dengannya dan melaksanakannya, sungguh dia telah beruntung.

Jika ia mengusir was-was syetan tersebut dan bisikannya dan berlindung kepada Allôh dari was-was syetan maka dia selamat dari kemungkaran-kemungkaran dan kemaksiatan-kemaksiatan. Dan apabila dia lalai dari was-was syetan dan menerimanya maka dia akan tergiring kepada yang diharamkan. Allôh berfirman:

وَإِمَّا يَنْزَغَنَّكَ مِنَ الشَّيْطَانِ نَزْغٌ فَاسْتَعِذْ بِاللَّهِ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ (36) [فصلت/36]

"Dan apabila syetan mendorongmu dengan sebuah dorongan maka mohonlah perlindungan kepada Allôh sesungguhnya Dia Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui"

Dan Allôh telah memerintah supaya kita berlindung kepadaNya di dalam surat An Nâs dari musuh yang nyata ini.

Dari Anas y berkata: Rosûlullôh t bersabda:

إِنَّ الشَّيْطَاَن وَاضِعٌ خُطُمَهُ عَلَى قَلْبِ ابْنِ آدَمَ فَإِنْ ذَكَرَ اللهَ خَنَسَ وَإِنْ نَسِيَ الْتَقَمَ قَلْبَهُ فَذَلِكَ الْوَسْوَاسُ الخَنَّاسُ

"Sesungguhnya syetan meletakkan tali kekangnya di dalam hati anak Adam, kalau dia mengingat Allôh maka syetan mundur kalau dia lupa maka syetan akan membisiki hatinya, itulah syetan tukang bisik-bisik yang sering mundur " (HR. Abû Ya'lâ Al Mûshili)

Maka menjaga diri dari dosa-dosa melindungi dari was-was syetan dan terjaga dari bisikan-bisikannya, Allôh berfirman:

وَلَا تَقْرَبُوا الْفَوَاحِشَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ وَلَا تَقْتُلُوا النَّفْسَ الَّتِي حَرَّمَ اللَّهُ إِلَّا بِالْحَقِّ ذَلِكُمْ وَصَّاكُمْ بِهِ لَعَلَّكُمْ تَعْقِلُونَ (151)  [الأنعام/151[

"Dan janganlah kalian mendekati perbuatan-perbuatan keji, yang nampak maupun yang tersembunyi, dan janganlah kalian membunuh jiwa-jiwa yang diharamkan Allôh kecuali dengan hak, demikianlah Allôh mewasiatkan kepada kalian agar kalian memikirkan"

Maka barangsiapa yang memuhâsabah dirinya dan berjuang maka dia akan mendapat banyak kebaikan dan sedikit kejelaknnya, dan keluar dari dunia dalam keadaan terhormat, dan dibangkitkan dalam keadaan bahagia, dan bersama Nabi shallallahu 'alaihi wasallam yang diutus sebagai saksi. Dan barangsiapa mengikuti hawa nafsunya, berpaling dari Al Qur'an, dan melakukan apa yang disenangi hawa nafsu dan syahwatnya, melakukan dosa-dosa besar, dan menyerahkan kepemimpinan kepada syetan maka syetan akan menggiringya kepada seluruh dosa besar, dan akan kekal bersama syaitan dalam adzab yang pedih.

Allôh berfirman:

وَلَا تُطِعْ مَنْ أَغْفَلْنَا قَلْبَهُ عَنْ ذِكْرِنَا وَاتَّبَعَ هَوَاهُ وَكَانَ أَمْرُهُ فُرُطًا (28)  [الكهف/28]

"Dan janganlah engkau menaati orang-orang yang telah Kami lalaikan  hatinya dari mengingat Kami dan dia mengikuti hawa nafsunya, dan perkaranya melampaui batas"

Semoga Allôh memberikan berkah bagiku dan bagi kalian dalam Al Qur'an Yang Agung ini .



Khuthbah Kedua:

Segala puji bagi Allôh, Robb semesta alam, yang telah memberikan taufiq kepada orang-orang yang bertaqwa, dan menghinakan orang-orang kafir dan fasiq. Dan aku bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang berhak disembah kecuali Allôh, tidak ada sekutu bagiNya, bagiNya kerajaan, bagiNya segala puji, sesembahan orang-orang dahulu dan yang akhir. Dan aku bersaksi bahwa nabi kita dan pemuka kita Muhammad adalah hamba Allôh dan rosulNya, yang jujur dan terpercaya. Ya Allôh bersholawatlah, bersalamlah, dan berkahilah untuk hambaMu dan rosulMu Muhammad, keluarga, para sahabatnya semuanya.

Ammâ ba'du:

Bertaqwalah kalian kepada Allôh dengan sebenar-benar taqwa dan berpeganglah dengan Islâm dengan pegangan yang kuat.

Wahai kaum muslimin, hati-hatilah dengan perangkap-perangkap syetan kepada manusia, Allôh ta'âlâ berfirman:

يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّ وَعْدَ اللَّهِ حَقٌّ فَلَا تَغُرَّنَّكُمُ الْحَيَاةُ الدُّنْيَا وَلَا يَغُرَّنَّكُمْ بِاللَّهِ الْغَرُورُ (5) إِنَّ الشَّيْطَانَ لَكُمْ عَدُوٌّ فَاتَّخِذُوهُ عَدُوًّا إِنَّمَا يَدْعُو حِزْبَهُ لِيَكُونُوا مِنْ أَصْحَابِ السَّعِيرِ (6)  [فاطر/5-6]

"Wahai manusia sesungguhnya janji Allah adalah benar maka janganlah kalian tertipu dengan dunia, dan janganlah kalian ditipu syetan. Sesungguhnya syetan adalah musuh bagi kalian maka jadikanlah dia musuh, sesungguhnya dia mengajak kelompoknya supaya termasuk penduduk neraka."

Musuh nyata ini telah membuat perangkap-perangkap untuk mewujudkan cita-citanya, dan untuk membalas dendam kepada orang-orang yang beriman, dan dia berusaha membuat kerusakan di bumi. Sesungguhnya kejadian yang terjadi di perbatasan utara dan meninggalnya tiga orang aparat keamanan yang sedang mengerjakan kewajiban agama mereka, membela negara yang merupakan negara Islâm. Semoga Allôh mengampuni mengampuni mereka dan menerima mereka sebagai syuhadâ, dan mengangkat derajat mereka di surga kenikmatan. Sesungguhnya kejadian yang sangat memedihkan ini adalah tindak kriminalitas besar, kerusakan besar. Para ulama dan orang-orang yang berakal telah memandang besar kezholiman terhadap para aparat keamanan negara ini, dan mereka menghitungnya sebagai bentuk kriminal besar mengumpulkan beberapa dosa-dosa besar.

Para pembunuh tersebut telah dituntun syetan untuk melakukan tindakan yang merusak ini, mereka mengira bahwa mereka sudah mewujudkan sebagian tujuan mereka, namun justru tujuan tersebut berbalik kepada mereka, dan kejadian ini justru menunjukkan bahwa petugas keamanan dalam keadaan waspada dan senantiasa memperkirakan semua kemungkinan dengan jalan menutup fitnah yang sesuai. Semoga Allôh menjaga para aparat negara ini dan semoga Allôh menjaga kaum muslimin dari fitnah-fitnah besar. Barangsiapa yang jiwanya membisiki untuk melakukan perbuatan-perbuatan teror yang zholim maka Allôh mengintainya, Allôh ta'âlâ berfirman:

إِنَّ رَبَّكَ لَبِالْمِرْصَادِ (14)  [الفجر/14]

"Sesungguhnya Robbmu mengintai mereka"

Apakah orang-orang semisal mereka tidak ingat bahwa mereka akan berdiri di hadapan Robb semesta alam? Apakah mereka tidak memuhâsabah diri mereka, apakah mereka tidak berpikir dengan akal mereka? Allôh ta'âlâ berfirman:

رَبَّنَا لَا تُزِغْ قُلُوبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً إِنَّكَ أَنْتَ الْوَهَّابُ (8) [آل عمران/8]

"Wahai Robb kami, janganlah Engkau simpangkan hati-hati kami setelah Engkau berikan hidayah kepada kami, dan berilah rahmat dari sisiMu kepada kami, sesungguhnya Engkau adalah Dzat Yang Maha Memberi"

Wahai hamba Allôh, "Sesungguhnya Allôh dan para malaikatNya bersholawat atas Nabi, wahai orang-orang yang beriman bersholawatlah kalian untuknya dan ucapkanlah salam untuknya"

(Diterjemahkan oleh Ust Abdullah Roy, MA)   

Sumber : Firanda.com
xiaomi